Archive for February, 2010

Protokol Standar Host-to-Host

Wednesday, February 24th, 2010

Saat ada Kumpul Solidaritas Penjual Pulsa di Ciumbuleuit – Bandung pada Selasa, 16 Februari 2010 yang lalu ada salah satu usulan yang kembali diangkat yaitu perlunya protokol standard host-to-host. Tujuannya supaya memudahkan server pulsa di Indonesia untuk saling terkoneksi satu sama lain. Sebab, tidak bisa dipungkiri, dengan banyaknya software dengan beragam spek interkoneksinya jadi kendala bagi pengguna untuk saling terkoneksi satu sama lain.

Untuk terkoneksi dengan temannya yang berbeda software, pengguna harus beli modul baru, harus menunggu dulu, harus ditest dulu supaya bisa nyambung. Nah, seringkali ketika modulnya sudah jadi, harganya sudah tidak menarik lagi :D

Kalau ada satu protokol standar yang sama, developer cukup buat satu modul h2h saja dan bisa dipakai ke server manapun. Penggunanya juga tidak perlu nunggu lama, tidak perlu beli modul lagi, cukup pakai modul standardnya saja. Ini bisa memperkuat jaringan antar server pulsa di Indonesia karena proses interkoneksinya makin mudah.

Kebetulan waktu acara di Bandung tersebut, baru ada saya, Edwin (Astapulsa), dan Semar software. Dan sampai hari ini sudah ada konfirmasi dari Siputri, FM, dan Supersoft. Saya ingin mengajak developer yang lain untuk membahas protokol standar tersebut. Kemarin baru sampai wacana, belum sampai isu teknis. Tapi saya yakin, masing-masing sudah punya konsep sendiri. Tinggal kita diskusikan bagaimana menyatukannya saja.

Untuk tahap selanjutnya, saya mengundang rekan-rekan untuk diskusi mengenai konsep tersebut. Kalau tidak memungkinkan bertemu kopi darat, bisa lewat conference di YM. Untuk waktunya, mohon usulan waktu yang paling dekat dan paling realistis :D

Silakan hubungi saya di email irs[at]unitedcoders.net, atau lewat Facebook.

Untuk Pelanggan Telkomsel Yang Kesulitan Beli Pulsa

Wednesday, February 24th, 2010

Pelanggan Telkomsel Yang Terhormat,

Sejak awal Februari 2010, para penjual pulsa elektrik Telkomsel di seluruh Indonesia tidak diperbolehkan untuk melakukan pengisian ke nomor luar regionalnya. Jadi penjual di Cianjur tidak bisa mengisi nomor pelanggan Jabotabek, penjual di Bandung tidak bisa mengisi nomor pelanggan Jabotabek, penjual di Lampung tidak bisa mengisi nomor pelanggan dari Banten, penjual di Bali tidak bisa mengisi nomor pelanggan dari Pasuruan atau Banyuwangi. Kebijakan ini berlaku nasional, di seluruh Indonesia. Jika ada pengisian ke nomor luar regional, yang disebut dengan transaksi cross-region, maka penjualnya dikenakan sanksi yaitu pemblokiran chip MKIOS yang digunakan untuk transaksi lintas tersebut.

Oleh sebab itu, para reseller termasuk penyedia all-operator tidak berani untuk melakukan pengisian ke nomor Anda. Transaksi ke nomor Anda akan ditolak oleh sistem milik reseller (bukan sistem milik dealer maupun sistem milik Telkomsel), untuk menghindari sanksi pemblokiran dari dealer. Bagi Anda yang sering komuter Jakarta – Bandung, Jakarta – Lampung, Jakarta – Cirebon, Jakarta – Tasikmalaya, atau Anda yang sedang bertugas ke pelosok/luar daerah (tentara, polisi, insinyur pertambangan, dll) pasti menemukan kendala dalam melakukan pengisian. Apalagi jika Anda bepergian ke luar daerah tiap Sabtu dan Minggu, mungkin pernah melihat spanduk seperti gambar berikut.

Kami menerima banyak laporan di lapangan adanya perselisihan dan pertengkaran antara penjual dan pelanggan akibat kebijakan tersebut. Jika Anda telepon ke Customer Service di nomor 116 melalui ponsel, maka Anda akan mendapatkan penjelasan bahwa pengisian bisa dilakukan di manapun. Penjelasan Telkomsel tersebut memang benar adanya. Namun, pada prakteknya di lapangan, para penjual dilarang oleh dealernya untuk melakukan pengisian ke nomor luar regional.

Memang ada limit sebesar 5% untuk transaksi cross-region. Namun kami mengalami banyak kendala secara prinsip maupun teknis untuk memenuhinya, antara lain:

  1. Data HLR tiap region yang kurang lengkap disebabkan sumber yang berbeda-beda.
  2. Peredaran nomor baru yang belum bisa dideteksi oleh sistem.
  3. Adanya nomor daur-ulang/recycled.
  4. Akurasi yang tidak sama untuk tiap tempat.
  5. Tidak ada data resmi dari Telkomsel.
  6. Simpang siur informasi, tidak ada informasi resmi dari Telkomsel.

Sementara pihak Telkomsel belum bisa memblokir di sistem mereka karena keterbatasan teknologi yang digunakan. Oleh sebab itu, para penjual tidak berani mengambil resiko chip MKIOS-nya diblokir oleh dealer dan menolak transaksi ke nomor Anda. Ya, Anda tentu paham bahwa itu rancu sebab transaksi lintasnya bisa dideteksi, tapi tidak bisa diblokir.

Ada beberapa solusi yang mungkin cocok untuk Anda jika kesulitan untuk mengisi nomor Telkomsel, yaitu:

  1. Bagi Anda yang pergi ke luar daerah untuk sementara, bisa menggunakan nomor sementara sebagai calling-card (sekali pakai, bisa dibuang, tidak perlu isi pulsa). Cocok untuk Anda yang sedang bertugas, liburan, belanja, melakukan liputan, dll.
  2. Bagi Anda yang pergi ke luar daerah secara rutin, bisa mengganti nomornya dengan nomor operator lain yang lebih mudah diisi di mana saja tanpa batasan regional. Cocok untuk Anda yang sering pulang-pergi tiap minggu ke Ibukota.
  3. Bagi Anda yang keberatan dengan dua solusi di atas, bisa melakukan pengisian lewat mesin ATM atau mobile-banking yang bisa memberikan kemudahan bertransaksi di mana saja.

Ada solusi lain yang lebih baik? Silakan isi komentar Anda di bawah tulisan ini. Anda juga bisa bergabung ke Grup Facebook kami di sini dan silakan tulis pendapat Anda.

Update HLR yang Amburadul

Monday, February 22nd, 2010

Kegiatan update HLR ini paling setahun sekali, yaitu pada saat cross region Telkomsel diperketat lagi. Pada saat longgar, tidak ada yang merespon. Kalau minta datanya, lama nggak ada respon. Kalau sekarang, semuanya langsung pada kirim update HLR dari dealer masing-masing :D

Terima kasih kepada Anda yang sudah mengirim data HLR kepada kami.

Anyway, kami mengalami kesulitan untuk melakukan update karena hal-hal sebagai berikut.

1. Semua bilang paling valid

Ada beberapa data yang tidak cocok satu sama lain. Menurut versi A, prefix sekian punya Pontianak. Tapi menurut versi B, prefix tersebut punya Jawa Tengah. Setelah dikonfirmasi, semua mengatakan bahwa sumbernya dari dealer dan pasti valid. Karena semua paling valid, dan ada yang tidak cocok, maka kami kesulitan untuk mengupdate. Ini sulitnya kalau dari pihak Telkomsel tidak ada data resmi, jadi mana yang bener?

2. Format tidak sama

Satu dealer, formatnya berbeda dengan yang lain. Isi kolomnya juga beda-beda. Ini yang cukup menyita waktu lama, sebab harus diubah satu-persatu ke format yang sudah kami gunakan. Kalau cuma beda +6281xx dengan 081xx tidak begitu jadi soal, tapi kalau format kolomnya beda?

Apakah ada standar penomoran HLR yang resmi dari Telkomsel?

3. Kurang Lengkap

Ada yang prefixnya banyak, tapi tidak ada data lokasi. Ada yang cuma satu regional saja. Ada yang isinya prefixnya doang, hehehe, saya paham banget nih…situ juga males kan ngeditnya :D .

Nah begitulah kondisinya. Kita ini lagi diuji kesabarannya. Ini semua karena tidak ada satu data resmi yang standard dari Telkomsel. Jadi saya dengan Anda tidak perlu berselisih atau ngomel-ngomel untuk satu hal yang di luar kendali kita. Slow aja. Satu-persatu pasti selesai.

Btw, saya sudah bikin format standard yang bisa dikirimkan supaya prosesnya lebih cepat dan mudah dicek. Silakan masuk ke Forum Voucha: Cara mengirim data HLR. Tenang, kami pasti bantu.

Tapi kalau tahun depan kayak begini lagi…

Pasar Bebas – Free Trade

Saturday, February 20th, 2010

Free trade itu bukan cuma operator China masuk ke Indonesia. Kalau itu sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

Tapi outlet di sebelah Anda,  yang punya orang China, atau orang Vietnam. Sopir Taksi di kota Anda orang India. Sopir Bajaj orang Thailand. Koki restoran padang orang China. Yang jualan software di Mangga Dua orang Rusia. Sopir Busway orang Filipina. Tukang cukur orang Yaman. Tukang besi tua orang Afghanistan. Tukang buah segar orang Korea. Tukang nasi gorengnya orang Jepang. Tukang ojeknya dari Srilanka.

Server all-operatornya? Bagaimana kalau sodara kita, Malaysia.

Nah, makanya hati-hati kalau ngomong Free Trade.

Invalid SMS PDU

Friday, February 12th, 2010

Kami menemukan satu lagi problem aneh pada pembacaan SMS yang diterima dalam format PDU. SMS yang diterima dalam format PDU tersebut sepertinya rusak sehingga pada saat encoding maka akan muncul pesan kesalahan. Problem ini terjadi pada semua device yang menggunakan pembacaan SMS seperti SMS Client, Dompet Pulsa, Indosat Sev, Axis, dan Three namun tidak terjadi pada device CDMA seperti Esia, Fkios, maupun Fren.

Contoh 1: Invalid PDU (SMS Client)

07912618485400F906580D9126789867
5756F601202190944082012021909440
8220FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF

Pesan kesalahan: ‘FF’ is not a valid integer value.

Contoh 2: Invalid Date Time Value (Dompet Pulsa)

07912618485400F9060A038164F10120
21905052820120219050528200FFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF
FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF

Pesan kesalahan: ”2005/25/28 10:2:12,0” is not a valid date and time.

Contoh 3: Invalid Date Time Value (Indosat SEV)

059126181642040ED0CD1655FE76A7D7
0000012616282826AD0B2FB9C9EA7C36
E603090B47CAEB3C372103C4C0E8362B
2174C068AD974321BA8EEA6D7D72018A
E86ABE56AB11A2D66034DABCB6971EA9
296CDBAD84C26B3D57232DC0D34A5BFD
72069F95C6787E5A0B09B1C06CD6C331
7

Pesan kesalahan: ”2010/62/61 82:82:62,0” is not a valid date and time.

Problem ini pertama kali dilaporkan pada 2010-01-22 09:01 (22 Januari 2010 pukul 09:00). Total laporan sampai tulisan ini dibuat adalah sebanyak 743 laporan! Jumlah yang luar biasa.

Kami belum mengetahui apa penyebabnya secara pasti. Algoritma pembacaan SMS dalam format PDU tidak mengalami perubahan sejak versi 3.0. Selain itu, problem ini tidak selalu terjadi tiap hari (acak).

Ada kemungkinan dari hardware (modem) yang digunakan atau mungkin juga dari jaringan GSM. Kami belum tahu. Jika rekan-rekan mengetahui informasi yang lebih baik, dengan senang hati kami akan menerimanya. Jika ada kesalahan dari software (algoritma), dengan senang hati kami perbaiki.

Keringanan Perpanjangan Sampai 1 April 2010

Tuesday, February 9th, 2010

Bagi Anda yang lisensinya telah habis/expired dan belum memperpanjang subscription, kami memberikan keringanan untuk masa pemulihan lisensi Voucha3. Masa pemulihan adalah masa untuk lisensi yang tidak diperpanjang setelah tanggal expired. Mulai 1 April 2010, masa pemulihan adalah 30 hari setelah tanggal expired dan untuk memulihkan dikenakan biaya administrasi sebesar 50.000 di luar biaya subscription. Namun, sebelum 1 April 2010 kami memberikan keringanan masa pemulihan sebesar 3 bulan atau maksimum 1 April 2010, mana yang lebih dahulu dan bebas biaya.

read more

Diskon 3-bulan diperpanjang sampai 28 Februari 2010

Friday, February 5th, 2010

Promo diskon 3-bulan dari biaya tahunan kami perpanjang sampai 28 Februari 2010. Bagi Anda yang telah melakukan registrasi sampai tanggal tersebut, masih berlaku harga dan tarif diskon 3-bulan dari biaya tahunan. Jika Anda melakukan registrasi mulai 1 Maret 2010, maka sudah berlaku harga normal (tanpa diskon 3-bulan).

read more

Perubahan Prosedur Registrasi & Instalasi

Friday, February 5th, 2010

Kami telah menyusun prosedur dan petunjuk registrasi dengan lebih jelas dan lebih sederhana agar Anda lebih mudah memahami ketentuan-ketentuan yang berlaku, termasuk pelaksanaan instalasi dan kebijakan refund karena pembatalan

Anda dapat membacanya di halaman Registrasi