Archive for the ‘berita’ Category

Layanan Pendukung di Luar Garansi

Wednesday, October 8th, 2008

Garansi yang Anda dapatkan dengan membeli software pulsa Voucha3 sudah termasuk update software dan bantuan teknis. Bantuan teknis yang dimaksud mencakup bantuan instalasi, konfigurasi, panduan operasional dan perbaikan jika disebabkan oleh bug.

Bantuan teknis itu tidak mencakup hal-hal di luar software seperti setting modem Speedy, mengganti hardisk, membersihkan virus, dan layanan-layanan pendukung lainnya. Karena istilahnya technical support, jadi membersihkan komputer dari virus pun dianggap termasuk dalam garansi. Inilah yang sering keliru. )

OK. Bagi Anda yang membutuhkan layanan pendukung tersebut, kami telah menyediakan layanan tersebut dengan tarif yang reasonable. Tidak terbatas pada pengguna software pulsa Voucha saja. Layanan pendukung tersebut bisa Anda baca di sini.

Silakan hubungi staff kami di 021-5719485 atau 0859-59-VOUCHA (tiap jam kerja).

Baca juga:Layanan Pendukung

voucha.net

Data di Ponsel tidak bisa dihapus?

Wednesday, October 8th, 2008

Harap berhati-hati jika Anda suka menyimpan data pribadi di ponsel. Saya pribadi tidak menyimpan data pribadi di ponsel atau gadget apapun. Untuk lebih jelasnya, silakan simak artikel berikut:

Sekumpulan peneliti itu menemukan bahwa data-data yang tersimpan di dalam ponsel tidak bisa dihapus sepenuhnya. Hal itu dikarenakan ponsel tidak seperti Personal Computers (PC) yang berarsitektur terbuka. Sebaliknya, ponsel layaknya sebuah buku tertutup dengan macam-macam data di dalamnya. Data Ponsel Tidak Bisa Dihapus Sepenuhnya.

Bagaimana dengan Anda?

Operator Kurang Antisipasi Cadangan Listrik

Saturday, September 27th, 2008

Sabtu, 27 September 2008 - 13:41 wib
Sarie - Okezone

JAKARTA - Hasil Drive Test, yang dilakukan Rabu (23/9) lalu oleh para regulator dan operator, membuahkan kesimpulan masih minimnya kesadaran operator dalam menyediakan cadangan pasokan listrik pendukung infrastrukturnya.

“Secara keseluruhan jaringan yang tersedia cukup memadai untuk menyelenggarakan layanan telekomunikasi, baik voice maupun SMS. Namun begitu kami mengimbau para operator untuk tetap berjaga-jaga, dengan status high alert, karena bagaimanapun juga ujian ‘real’ nya akan terjadi pada hari H lebaran nanti,” ujar Kepala Umum dan Humas Ditjen Postel Gatot S Dewabroto, yang juga ikut dalam rombongan drive test dengan rute Yogyakarta, dalam percakapan melalui telepon, di Jakarta, Sabtu (27/9/2008).

Dalam drive test tersebut, lanjut Gatot, ditemukenali bahwa beberapa operator masih memiliki kendala pada pasokan listrik, baik untuk BTS/RBS/Node-B, BSC dan MSC. Kebanyakan dari mereka dianggap kurang menyediakan cadangan pasokan listrik, khususnya untuk infrastruktur di wilayah rawan bencana.

“Meskipun bencana yang ditimbulkan tidak sampai merusakkan infrastruktur telekomunikasi namun sudah pasti akan mengganggu aliran listrik yang ada. Operator hingga saat ini sangat bergantung pada PLN, padahal seperti di wilayah Sumatera, yang pasokannya listriknya byar pet, akan berakibat fatal pada pelayanan. Oleh karena itu, sebaiknya operator mengadakan antisipasi cadangan jaringan listrik, contohnya penyediaan generator dan cadangan bahan bakarnya,” papar Gatot.

Selain itu, lanjut Gatot, dengan tardisi mudik maka akan terjadi perubahan pola trafik originasi (pengiriman) dari kota besar ke kota kecil. Hal ini akan mengakibatkan konsentrasi trafik padat pun akan berpindah dari kota besar ke desa. Belum lagi, tingkat dan titik kemacetan sangat berpotensi membuat kualitas pelayanan terganggu, seperti di jalan tol Jakarta-Cikampek, Nagrek, Merak dan Indramayu.

Namun begitu, Gatot mengatakan bahwa hasil drive tes tersebut tidak akan menetapkan operator, sesuai dengan tingkat kesiapan jaringannya, dalam bentuk daftar.

“Kami tidak mengeluarkan daftar operator mana yang paling siap. Karena nantinya akan menjadi bumerang buat kami, nanti disangkanya kami mempromosikan operator tertentu,” tandas Gatot.

Sebelumnya, regulator mengadakan langkah untuk menguji sinyal jaringan milik operator dengan tiga tujuan terpisah seperti Jakarta - Pelabuhan Merak, Jakarta - Cikampek - Cirebon dan Jakarta - Bandung - Nagrek - Garut.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menganggap langkah ini harus dilakukan terkait dengan kualitas layanan agar tidak memburuk dan dapat menyebabkan terganggunya kesinambungan industri telekomunikasi. Bahkan, pengecekan kesiapan jaringan milik operator ini harus dilakukan menjelang Lebaran. Berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, setiap Lebaran, trafik komunikasi selalu menunjukkan statistik yang meningkat. (srn)

Sumber:
Operator Kurang Antisipasi Cadangan Listrik

BI Imbau Bank Tak Lagi Naikkan Bunga Simpanan

Thursday, September 25th, 2008
Kamis, 25 September 2008 | 07:25 WIB
JAKARTA, KAMIS - Bank Indonesia mengimbau agar perbankan tidak melakukan perang bunga dan tidak lagi menaikkan suku bunga simpanannya. Perbankan dapat mengurangi kebutuhan likuiditasnya dengan mengerem kredit konsumsi.

Imbauan tersebut disampaikan Bank Indonesia (BI) saat bertemu dengan para pemimpin bank, Rabu (24/9) di Jakarta. Pertemuan itu bagian dari serangkaian langkah bank sentral yang dilakukan dalam dua pekan terakhir untuk mengatasi dampak negatif dari minimnya likuiditas di pasar. Langkah lainnya, menurunkan suku bunga dan memperpanjang tenor transaksi gadai (repurchase agreement/repo).

Direkur Utama Bukopin Glen Glenardi menyatakan mendukung imbauan BI yang bertujuan menghentikan lonjakan suku bunga simpanan yang sangat tajam belakangan ini. ”Lonjakan suku bunga simpanan yang terlalu tajam pasti akan memicu kenaikan suku bunga kredit. Jika suku bunga kredit naik, kredit bermasalah berpotensi naik sehingga membahayakan bank,” kata Glen.

Dalam sebulan terakhir, terjadi kondisi likuiditas yang amat ketat di pasar keuangan. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, antara lain penyaluran kredit yang amat cepat, penumpukan dana pemerintah di BI, dan pembalikan dana asing ke luar negeri.

Bank-bank yang kesulitan likuiditas lalu menaikkan suku bunga deposito berjangka tidak resmi (over the counter) hingga 13 persen untuk menarik dana masyarakat. Bank-bank yang tidak kesulitan likuiditas ikut menaikkan suku bunga agar nasabahnya tidak pindah.

Dampaknya, kenaikan suku bunga simpanan jauh melebihi batas proporsionalnya, atau tidak lagi seiring dengan kenaikan BI Rate. Dalam periode Mei-September 2008, BI Rate naik 125 basis poin (bp), tetapi suku bunga deposito sudah naik mendekati 500 bp.

Gubernur BI Boediono mengatakan, dalam pertemuan dengan para bankir, BI juga meminta bank mengurangi kesenjangan antara laju kredit dan dana. Bank diminta mengerem laju kredit, terutama di segmen konsumsi. Pengereman laju kredit diharapkan bisa mengurangi kebutuhan likuiditas sehingga bank tidak bersaing menaikkan suku bunga simpanan.
FAJ
Sumber : Kompas Cetak

BI Imbau Bank Tak Lagi Naikkan Bunga Simpanan

Legitimasi untuk Menzhalimi?

Thursday, September 25th, 2008

Hanya karena kita merasa dizhalimi, bukan berarti kita lalu boleh menzhalimi orang lain. Hanya karena kita merasa ditindas, bukan berarti kita boleh melakukan hal yang sama (menindas) kepada orang lain.

Seringkali karena kita merasa sebagai orang kecil yang dizhalimi oleh orang lain, oleh institusi, oleh korporasi, oleh pemerintah kemudian kita merasa berhak untuk merampas, berhak untuk merusak, berhak untuk menghakimi dan melakukan kerusakan yang lebih besar.

Seringkali juga, hanya karena orang lain berbuat zhalim dan tidak dihukum, kita menganggap bahwa berbuat zhalim itu boleh dan dibenarkan. Hanya karena orang lain melanggar hukum, kita merasa berhak untuk melanggar hukum pula.

Siapakah kita, kok kita merasa punya legitimasi untuk menzhalimi orang lain? Walau bagaimanapun berbuat kerusakan dan menzhalimi orang lain itu salah. TITIK!

Mungkin karena itu kita dibiarkan Tuhan terus menjadi orang kecil, jadi orang tertindas, jadi mustadh’afin. Jadi orang kecil saja sudah berbuat zhalim, apalagi kalau jadi orang besar? Jadi orang miskin saja sudah berbuat zhalim, apalagi jadi orang kaya? Jadi rakyat biasa saja sudah merusak, apalagi jadi penguasa.

Jika kita merasa dizhalimi oleh orang lain, oleh korporasi, oleh pemerintah, lawanlah dengan cara yang lebih baik.

Update Voucha3 Base, Server, Dashboard, Device, Forwarder

Saturday, September 20th, 2008

Minggu ini kami telah merilis update untuk komponen-komponen Voucha3. Update ini mengandung peningkatan performance dan juga bugfix untuk device dan forwarder. Anda bisa mendownloadnya di sini:

Voucha3 Base 3.0.0.27

Voucha3 Server 3.0.0.28

Voucha3 Device 3.0.0.28

Voucha3 Forwarder 3.0.0.28

Voucha3 Dashboard 3.0.0.36

voucha.net

Voucha3 Dashboard 3.0.0.34

Thursday, September 11th, 2008

Voucha3 Dashboard 3.0.0.34 telah dirilis dan siap didownload. Versi ini adalah perbaikan untuk beberapa bug yang ditemukan sejak seminggu terakhir dan penambahan fitur-fitur.

Download Voucha3 Dashboard 3.0.0.34

voucha.net

Voucha3 Forwarder 3.0.0.24

Thursday, September 11th, 2008

Update Voucha3 Forwarder 3.0.0.24 telah dirilis untuk perbaikan pada versi sebelumnya. Bugfix seputar kompatibilitas dengan Windows Vista. Update ini juga mengandung beberapa perubahan fitur. Informasi lengkap dan link download:

Download Voucha3 Forwarder 3.0.0.24

voucha.net

Voucha3 Device 3.0.0.28

Thursday, September 11th, 2008

Voucha3 Device 3.0.0.28 sudah dirilis. Ini mengandung bugfix kompatibilitas untuk beberapa jenis modem. Informasi lengkap dan link download:

Download Voucha3 Device 3.0.0.28

voucha.net

Voucha3 Base 3.0.0.26

Thursday, September 11th, 2008

Voucha3 Base 3.0.0.26 telah dirilis. Versi ini terdiri dari bugfix dan penambahan beberapa fitur catalog. Informasi lebih lanjut dan link download, silakan masuk ke link di bawah ini.

Download Voucha3 Base 3.0.0.26

voucha.net

Voucha3 Dashboard 3.0.0.31

Sunday, September 7th, 2008

Update Voucha3 Dashboard 3.0.0.31 telah dirilis dan dapat didownload. Rilis ini menyertakan perbaikan-perbaikan versi sebelumnya. Beberapa fitur mengalami perubahan agar semakin mudah antara lain: customer msisdn, product manager dan stock manager.

Voucha3 Dashboard - Customer MSISDN

Voucha3 Dashboard - Customer MSISDN

Voucha3 Dashboard - Product Manager

Voucha3 Dashboard - Product Manager

Download Voucha3 Dashboard 3.0.0.31

voucha.net

Voucha3 Base 3.0.0.25

Saturday, September 6th, 2008

Voucha3 Base 3.0.0.25 kini telah dirilis dan dapat didownload. Rilis ini hanya perbaikan atau bugfix versi sebelumnya, dan tidak membawa fitur tambahan.

Informasi download dan keterangan lebih lengkap, silakan masuk ke link berikut:
Download Voucha3 Base 3.0.0.25

voucha.net

Voucha3 Dashboard 3.0.0.26

Thursday, September 4th, 2008

Update Voucha3 Dashboard 3.0.0.26 telah dirilis dan siap untuk didownload. Update ini menyertakan perubahan pada:

  1. Stock Manager
  2. Command Manager
  3. Command Editor
  4. Setting HLR per device
  5. HLR LookUp

Download Voucha3 Dashboard 3.0.0.26

voucha.net

Pendaftaran Speedy Online

Saturday, August 23rd, 2008

Telkom Divre III Jawa Barat - Banten membuka layanan Pendaftaran Speedy Online dengan format yang lebih mudah dengan bahasa yang lebih ‘anak muda’.

Caranya, tinggal masukkan data Anda di form yang disediakan kemudian klik tombol ‘Pesan’ untuk memproses. Kemudian tunggu konfirmasi dari Telkom untuk proses selanjutnya. Gampang, kan?

Pembatasan Wilayah Rugikan Diler Pelaku Bisnis Pulsa Elektrik di Malang Raya

Saturday, August 9th, 2008

MALANG - Pelaku bisnis pulsa elektrik produk dua operator seluler besar Telkomsel dan XL kini tak bisa meraup keuntungan besar. Ini karena kebijakan dua operator seluler besar tersebut yang membatasi wilayah penjualan pulsa elektrik.

Telkomsel menerapkan kebijakan outer, dan XL dengan kebijakan wilayah. Inti kedua kebijakan itu sama, yakni pembatasan penjualan pulsa, terutama ke luar wilayah di tingkatan diler. “Wah, keuntungannya sudah tidak menjanjikan lagi, tidak seperti dulu. Sejak diterapkan penurunannya sampai 70 persen. Angka seperti itu sangat berpengaruh sekali,” ungkap Ahmad Hadi, salah satu diler operator Telkomsel.

Dia mengatakan, kebijakan outer membuat diler tidak bisa lagi leluasa “membuang” barang ke luar. Padahal, rata-rata para diler memiliki jaringan pasar di luar Jawa. Terlebih, para diler pulsa di luar Jawa ini justru sangat menjanjikan. “Bagi kami kebijakan tersebut, jelas sangat merugikan dari segi bisnis,” ungkapnya.

Omzet penjualan turun drastis. Jika dulunya, dia bisa melayani pasar seperti Lampung bahkan sampai ke Papua. Namun, sekarang barang tersebut hanya bisa dijual di wilayah Jatim saja. Padahal, daya serap pasar luar Jawa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pasar di wilayahnya.

Mekanisme penjualan pulsa, kata Ahmad, dari operator kemudian ke diler, sub diler, outlet, baru sampai ke user. “Kami khawatir juga, kebijakan ini akan menimbulkan pelaku nakal. Pemodal besar khususnya, mereka bisa saja membeli sebanyak mungkin, tapi tidak langsung dilepas ke pasar. Dengan begitu, bukan tidak mungkin harga barang (pulsa akan melonjak),” ujarnya.

Pembatasan penjualan pulsa elektrik, tambah diler operator XL Andika, malah lebih sempit lagi. Operator menerapkan pembatasan wilayah. Di Malang misalnya, terbagi tiga wilayah, yakni A, B, dan C. Setiap diler wilayah hanya diperbolehkan memenuhi kebutuhan wilayahnya saja. Di luar wilayah tidak bisa.

“Penerapan kebijakan ini yang paling merasakan adalah diler yang memiliki pasar di luar Jawa. Kalau seperti saya ini tak begitu terasa, karena saya hanya mengembangkan pasar wilayah saja,” ujarnya.

Chandra, salah satu diler Telkomsel mengatakan daya beli para pelaku bisnis luar Jawa mendapatkan pulsa elektrik ke Jawa diakui tinggi. Sebab, harga kulakan jauh lebih miring dibanding mendapat barang di wilayah sendiri. Pulsa senilai Rp 100 ribu di tingkat diler Jawa dijual seharga Rp 93 ribu, tapi bisa dijual ke sub diler sampai Rp 97 ribu. Padahal, maksimal harga ke sub diler di Jawa maksimal Rp 95 ribu. (hap/lia)

Sumber: Radar Malang

Cari Tempat Baru

Thursday, July 10th, 2008

Kami sedang mencari rumah atau tempat yang bisa dijadikan kantor di sekitar Jakarta. Sebab, tempat yang sekarang sudah tidak cukup. Kasihan, orang berdesak-desakan karena ruangannya sempit.

Paranoid

Thursday, July 10th, 2008

Saya rasa tingkat paranoid saya makin menjadi-jadi setelah acara ‘perkenalan’ Voucha3 pada 8 Juni 2008 yang lalu. Mungkin kita perlu santai sejenak.

Manusia Inflasi

Friday, June 20th, 2008

“Baja yang jelek tidak akan bisa kamu buat tajam”. ~Mafia Manager

Menjadi personel di United Coders, kamu akan mengalami serangkaian proses. Proses ini sering diistilahkan sebagai penggemblengan, pendidikan, pembelajaran, atau istilah semacamnya. Dan rangkaian proses ini tentu berbeda untuk tiap orang atau individu, karena karakter tiap individu yang berbeda-beda. Namun pada prinsipnya sama, yaitu TRANSFORMASI.

Transformasi berasal dari kata “to transform” yang artinya “mengubah”. Transformasi dikatakan terjadi jika ada yang berubah dari proses tersebut atau dengan kata lain, ada perubahan sifat, perubahan bentuk, perubahan makna, dan lain-lain.

Tentu, yang kami inginkan adalah kamu menjadi manusia yang unggul, manusia yang maju, baik dalam segi mental, spiritual bahkan finansial. Tidak peduli apakah kamu seorang programmer, analyst, system administrator, technical support, bahkan office boy.

Syarat mutlak untuk berhasil di United Coders adalah kemauan yang kuat, bekerja dengan makin efektif, dan keyakinan yang kuat. Sebab tanpa itu semua, kamu tidak akan pernah menjalani proses-proses transformasi itu.

Buat apa kamu bekerja di United Coders jika kamu tidak mengalami perubahan?
Buat apa kamu pindah dari kantor yang lama, jika kamu tidak mendapatkan kemajuan?
Buat apa kamu memeras pikiran dan tenaga jika kamu tidak makin maju?

Orang yang maju adalah orang yang selalu meningkatkan kualitasnya terus menerus. Jika ia seorang programmer maka ia melatih dirinya dengan teknik-teknik yang baru, dengan menulis algoritma yang makin efisien, menciptakan model yang lebih efisien, dan lain-lain. Jika ia seorang staff technical support, ia menjadi maju dengan mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan para klien.

Tanpa mengembangkan diri, kamu akan menjadi manusia inflasi. Mengapa inflasi? Karena usia kamu akan makin bertambah, sementara kemampuan kamu tidak bertambah, alhasil penghasilan kamu juga pasti segitu-gitu aja. Mungkin ada kenaikan gaji, tapi itu hanya penyesuaian terhadap inflasi tahunan.

Manusia inflasi ini disebut dengan “baja yang jelek” di buku Mafia Manager. Dengan mudah, kamu dapat menemukan manusia inflasi ini di lembaga pemerintah, kantor walikota, kantor-kantor BUMN, dan lain-lain. Mereka useless, hopeless, dan tentu saja FUTURELESS. Hampir 80 persen pegawai dinas pajak di Amerika Serikat termasuk kategori ini. Mayoritas pekerja di kantor pos kita bekerja dengan lamban.

Jangan salah, orang yang pintar juga bisa menjadi manusia inflasi. Mengapa demikian? Ada salah satu sikap yang mengubah seseorang menjadi manusia inflasi, yaitu tidak mau belajar. Sikap tidak mau belajar muncul karena merasa paling pintar, paling berpengalaman, paling mengetahui persoalan, paling jago, dll. Dengan merasa paling pintar, kamu akan merasa tidak perlu mendengarkan pengalaman orang lain. Artinya, kamu menolak informasi baru, menolak realitas baru, menolak stimulus baru, menolak inspirasi baru, dan itulah sebabnya kamu tidak berkembang.

Agar kamu menjadi manusia yang maju, buang sikap tersebut. Tidak ada cara yang terbaik, selalu ada cara yang lebih baik. Itulah salah satu cara memanusiakan diri di organisasi kita.

Sebab United Coders sejati adalah orang yang mampu memanusiakan dirinya dan orang lain.

Menyangkal Realita Baru

Friday, June 20th, 2008

Oleh: Rhenald Kasali

Saya mohon maaf harus absen mengisi kolom ini beberapa kali. Sejak buku Change beredar, Saya terpaksa harus mempertanggung -jawabkan pemikiran-pemikiran Saya kepada publik. Banyak kisah nyata tentang perubahan yang Saya temui dan tentu saja ribuan curhat dari mereka yang rela dicaci-maki demi perubahan.

Menjadi Change Maker memang tidak mudah. Surat kaleng, SMS palsu, fitnah, sampai upaya-upaya fisik yang mematikan kerap harus dihadapi. Kepada kelompok ini, Saya hanya bisa mengatakan, Gandhi saja yang wajahnya begitu baik dan perilakunya menyejukkan, mereka bunuh, apalagi Anda yang bukan siapa-siapa.

Persoalan terbesar manusia di era yang berubah ini sebenarnya hanya satu, yaitu tidak berani menerima realita-realita baru. Sebagian besar karyawan, eksekutif dan birokrat yang Saya temui masih terbelenggu pada kisah sukses di masa lalu. Mereka berpikir solusi yang mereka temukan di masa lalu itulah solusi yang sesungguhnya.

Buktinya ada, yaitu bonus dan kesejahteraan. Makan siang disediakan dan karyawan bisa bergantian memainkan alat musik. Mengapa kita tidak pakai cara yang sama untuk mengatasi masalah hari ini? Seperti menemui jalan buntu, banyak orang yang tiba-tiba mulai menggunakan kata “Dulu ……” ketika memulai pembicaraannya untuk mengacu ke masa lalu.

Sinar terang yang menyinari suatu usaha bisa berarti manfaat, tapi juga bisa menjadi mudharat. IBM contohnya, sukses dengan komputer mainframe di tahun 70′an membuatnya menyangkal realita baru pasar PC. Motorola bahkan lebih gawat lagi. Setelah sukses dengan celluler analog, ia menyangkal kehadiran digital handphone dengan melakukan investasi-investasi baru pada bidang analog. Xerox juga sempat terengap-engap saat menyangkal kenyataan munculnya pasar personal-copier yang dirilis Minolta, Canon dan Ricoh. Ensiklopedia Britanica juga menyangkal realita baru membaca buku pintar yang diputar oleh Microsoft (Encarta).

Di Indonesia sendiri ada ribuan pelaku usaha yang juga menyangkal realita-realita baru. Teman-teman di perkebunan teh tengah menyangkal kenyataan bahwa masyarakat dunia sudah mulai minum teh tanpa daun teh sama sekali. Sekarang ini, pergulatan terbesar justru tengah dihadapi universitas-universitas negeri. Ada demikian banyak realita-realita baru yang bermunculan dan mereka terus berdebat dengan menggunakan ukuran-ukuran lama untuk menilai hari esok. Mereka menggunakan pengalaman-pengalaman lamanya kala bersekolah yang penuh dengan kesulitan untuk dibingkaikan pada generasi baru yang bergerak dengan cara yang berbeda. Padahal kepada mereka, Albert Einstein pernah menyatakan, “the measure of intelligence is the ability to change” (ukuran kecerdasan Anda adalah kemampuan Anda untuk berubah, menerima kenyataan baru).

Sulit dibayangkan dewasa ini masih ada banyak orang yang hidup di jaman kemarin dan dibiarkan terus mengepalai kegiatan untuk membawa organisasi ke masa lalu, tetapi semua ini juga terjadi karena organisasi dibiarkan dikuasai oleh kalangan “pedalaman” yang sepanjang hari menghabiskan waktunya di dalam kantor tanpa berinteraksi dengan dunia luar sama sekali.

Dalam setiap institusi kita dengan mudah membedakan, mana kalangan “pedalaman” dan mana yang “pesisir”. Kalangan pesisir selalu berinteraksi dengan dunia luar, tetapi ia banyak membawa hal-hal baru. Ia lebih mudah menerima fakta-fakta baru. Sebaliknya kalangan pedalaman cenderung memelihara tradisi. Seorang usahawan senior membisiki Saya, sekarang ini, katanya, “tradition is a number one killer!”. Saya pikir ini ada betulnya.

Disalin dari http://www.careplusindonesia.com